Jatuh tak kenal waktu

ada cahaya di atas keningmu
bukan cahaya lampu
bukan juga cahaya bulan
itu cahaya ilusi hatiku
merebahkan bulan di atas matamu
menggelarkan lautan di sorot matamu
dan aku hanyut
dan aku terseret arus
mengembara di danau anganmu
timbul tenggelam di sungai harapmu
kuminum riak-riak airmu
hingga aku kembung
hingga aku limbung
aku kira......
aku telah jatuh
sejak waktu membuatmu menawan
sejak wajahmu menghunuskan senapan
sejak lengan baju itu menyingsing
sejak detak jantungku tiba-tiba berhenti
aku telah jatuh
pada senyum jahil yang menyembul dari bibirmu

Malang, 3 September 2017

Komentar